A Legend called OLYMPHIART
Gue diminta menulis sebuah artikel untuk buletin Visus, buletin keluaran Senat Mahasiswa FK Unpad yang ada di bawah pimpinan Seksi Media & Informasi atas nama Seksi Solid Kolega. Teruuuuuuus… artikel yang ini direject sama Kasie gue gara-gara terlalu kasar HAHA, maksudnya terlihat negatif. Maka dari itu, sayang kalau dibuang, eike rekap saja yah di sini. Enjoy!
A LEGEND CALLED OLYMPHIART (Before Edited)
oleh Ari Sri Wulandari - Staf Seksi Solid Kolega 2010 & 2011
“Olymphiart, selalu sensasional, selalu rame, selalu heboh, selalu menggairahkan.” — Salsabila Firdausia (2007)
“Olymphiart udah bukan lagi sekedar event-dua-mingguan yang rutin kita lewati tiap tahun. Dia lebih menyerupai satu drama sitkom atau bahkan miniatur realita kehidupan. Campuran dari segala macam hal: keriangan, kegembiraan, keseruan, soliditas, merah-biru-kuning-hijau-batik-putih, emosi, amarah, panas, kedutan otot, tangis, sesak dada, teriakan, kekhawatiran, kejengkelan, ketakutan—dua minggu terasa selamanya.” — Almira Aliyannisa (2006)
Jika diibaratkan, kalau orang Minang punya cerita Malin Kundang yang sangat terkenal, orang Batak punya cerita Danau Toba, maka sama halnya dengan FK Unpad yang punya Olymphiart. Sama-sama tersohor dan sama-sama legendaris. Sama-sama menggegerkan, namun tetap mengikat di hati.
Olymphiart, sebuah even spektakuler yang diadakan setiap setahun sekali, biasanya di rentang Bulan Maret – April, digagas oleh angkatan 2001 yang punya jargon “SATU”. Tersirat dari namanya, bentuk acara ini sendiri seperti olympiade di bidang olahraga dan seni. Biasanya pelaksanaan Olymphiart menjadi tender untuk angkatan ke-2, namun semenjak tahun 2010, Olymphiart dipegang oleh SOKA dan kepanitiaannya menjadi 4 angkatan. Bukan, bukan SOKA yang ujian itu. Bukan SOKA yang cuma 20 menit tapi sejuta rasanya. Bukan SOKA yang harus diisolasi itu. Yang saya maksud adalah Seksi Solid Kolega Senat Mahasiswa FK Unpad yang bergerak dalam bidang Kesejahteraan Mahasiswa terutama untuk masalah Kekeluargaan di PPSK (Program Pendidikan Sarjana Kedokteran) ini.

Selegenda apa sih Olymphiart? Seperti yang dikutip dari kata-kata Teh Almira (Moi) 2006, Olymphiart sudah menyerupai satu drama sitkom bahkan miniatur realita kehidupan. Berlebihan? Mungkin bagi yang merasakannya tidak akan menganggap kata-kata ini berlebihan. Olymphiart menurut perspektif saya adalah satu-satunya even yang SEMUA ANAK FK GAK BAKAL GAK TAU. Olymphiart adalah sebuah daya tarik maha hebat yang bisa membuat kampus FK bergelora sampai malam hari, bahkan dini hari.
Olymphiart sendiri, baik dari Olymphiart pertama sampai Olymphiart kesepuluh kemarin, ini memiliki tujuan untuk kekeluargaan angkatan. Banyak orang yang bertanya, jika tujuannya itu, kenapa harus dibentuk dalam sebuah perlombaan? Bukankah yang ada hanyalah ego atau malah mementingkan prestise angkatan sendiri dibanding mementingkan kekeluargaan 4 angkatan? Bahkan banyak yang bicara, Olymphiart cuma bikin rusuh dan berjuta clash antar angkatan.
Yang mereka tidak sadar, Olymphiart justru memaksa untuk mengenal angkatan lain. Termasuk kepanitiaannya yang sengaja dibuat menjadi 4 angkatan (mungkin untuk tahun ini 3 angkatan), tujuan tiada lain untuk saling mengenal. Bermain di Olymphiart pun butuh taktik, maka suatu angkatan harus mengenal karakter angkatan lainnya. Sudah mengenal? Lalu apa lagi? Akan muncul rasa saling menyupport angkatan lain, akan kenal dengan anak dari angkatan lain, akan kenal dengan struktur angkatan lain, kerja sama dengan ketika menjadi panitia, bahkan mungkin bakal ada yang berjodoh karena kenalan dari Olymphiart ini (eh…).




Namun, namanya juga kompetisi, prestise dan fanatisme angkatan maupun memang masih ada. Olymphiart 2009 dinilai Olymphiart yang paling panas, terdengar ada gosip-gosip “dikejar-kejar angkatan lain”, “panitia diisolasi”, “lempar-lempar batu”, atau bahkan “bawa-bawa golok”. Berakhir dengan bentroknya angkatan dengan angkatan lain atau panitia dengan angkatan tertentu. Namun dengan perubahan secara bertahap dari struktural dan fungsional yang SOKA coba lakukan, seperti sistem tender yang dihapus, adanya forum 4 angkatan untuk memilih ketua Olymphiart, dan ketentuan panitia berlaku untuk 4 angkatan, dibuatnya Standar Operasional (SOP) Olymphiart yang masih butuh perbaikan dan amandemen di sana-sini, Olymphiart 2 tahun kemarin dapat dibilang terhitung damai dan sukses.
Memang cara kompetisi ini riskan sekali, oleh karena itu selalu ada nilai-nilai beserta regulasi yang hukumnya wajib fardhu ‘ain dipatuhi oleh semua angkatan. Memang masih ada oknum-oknum tertentu yang ego dirinya masih belum dapat direndam sehingga clash terkadang masih sering terbentuk. Justru itulah tantangannya tahun depan. Dapatkah kita menyelenggarakan Olymphiart yang lebih fairplay? Saya rasa jawabannya adalah HARUS. Fanatisme angkatan boleh, tapi di dalam pertandingan saja. Di luar pertandingan, FK Unpad tetap “adik sayang kakak dan kakak sayang adik”. Mari kita berpartisipasi untuk Olymphiart tahun depan, baik dengan dukungan tenaga maupun semangat agar Olymphiart tahun depan menjadi lebih dari sebuah legenda.

“Olymphiart itu pesta rakyat, semua yang berstatus mahasiswa FK Unpad boleh ikut merayakan kemeriahannya!” — Naufal Chairulfatah (2007), Kasie SOKA 2010, penggagas Olymphiart untuk 4 angkatan
Dokumentasi oleh: Pubdekdok Olymphiart “Mahabarata” 2010 & Pubdok Olymphiart “Chivalry” 2011
