Een Lange Reis
A rhotacism, who's still catching a suffix granted white magic caster, dr. (med), often called as Ari Sri Wulandari Surjodiprodjo. Currently living in Bandung, Indonesia.
Your blurred line and imaginary friend from this second.

Ah, Ya.

A: Cowo charming kalo lagi gimana menurut kamu, Kak?
Y: Baru habis wudhu terus muka, rambut, sama tangannya basah kena air wudhu. Mau pake kemeja tangan pendek atau digulung sampe siku, it's ok. I'm smitten.
I didn’t blew my birthday candle this year.

I celebrated my birthday in emergency room’s RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. I counted down the midnight as I counted the vital sign of a decompensation patient et causa gestational hypertension. I continued my special day in delivery room’s RSKIA Astana Anyar. I didn’t tell people around me that I celebrated my birthday on that day. I received my birthday wishes from Pandut and Mama Gea when I was tiring because of those 24 hours clerkship duty. I sincerely did my clerkship duty on my special day just because it was same with Eid Al Adha Mubarak (and I celebrated Eid one day before).

Somebody was angry when he knew that I didn’t celebrate my birthday as a usual people did. Even blew the candle and make a wish. I just tell him that I was okay. And fine.

Today, I received a piece of birthday cake. Not mine. Those was my friend’s.

I feel lonely. Suddenly.

***

Sam told me that when you grow up, you’ll be a “more selfish” human. You don’t have much friends but somebody who still near you is your real bestfriends. I can’t agree more.

Thank you for always near with me, friends. I know that now I have less friends but they are the most genuine ever.

Well, celebrated the birthday on clerkship duty isn’t a bad thing. I helped so many mothers to delivery her baby, either normal or abnormal. Those babies have two similarities with me.

First, we share our birthday date.
Second, we’re ready to grow up and face the world, even we don’t know that we are stronger than we think.

“What is the life of this world but amusement and play?” (QS Al-Ankabut:64)

Happy birthday, Ari.
Happy birthday all.

I didn’t blew my birthday candle this year.

I celebrated my birthday in emergency room’s RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. I counted down the midnight as I counted the vital sign of a decompensation patient et causa gestational hypertension. I continued my special day in delivery room’s RSKIA Astana Anyar. I didn’t tell people around me that I celebrated my birthday on that day. I received my birthday wishes from Pandut and Mama Gea when I was tiring because of those 24 hours clerkship duty. I sincerely did my clerkship duty on my special day just because it was same with Eid Al Adha Mubarak (and I celebrated Eid one day before).

Somebody was angry when he knew that I didn’t celebrate my birthday as a usual people did. Even blew the candle and make a wish. I just tell him that I was okay. And fine.

Today, I received a piece of birthday cake. Not mine. Those was my friend’s.

I feel lonely. Suddenly.

***

Sam told me that when you grow up, you’ll be a “more selfish” human. You don’t have much friends but somebody who still near you is your real bestfriends. I can’t agree more.

Thank you for always near with me, friends. I know that now I have less friends but they are the most genuine ever.

Well, celebrated the birthday on clerkship duty isn’t a bad thing. I helped so many mothers to delivery her baby, either normal or abnormal. Those babies have two similarities with me.

First, we share our birthday date.
Second, we’re ready to grow up and face the world, even we don’t know that we are stronger than we think.

“What is the life of this world but amusement and play?” (QS Al-Ankabut:64)

Happy birthday, Ari.
Happy birthday all.

Perkenalkan ini teman saya, namanya Achmad Triadi Setiawan, biasa dipanggil Mamet, dan ia ulang tahun hari ini. Selamat ulang tahun, Mamet! Dirgahayu!
Chapter yang sudah berlalu semoga sudah Mamet kemas dan letakkan dengan manis di dalam boks bergembok di atas lemari. Di chapter ini, semoga Anda tak lagi melihat hal negatif yang Mamet miliki di chapter sebelumnya. Tak ada lagi “Mamet” versi hura-hura tak terencana. Tak ada lagi “Mamet” super-emosional yang tak pernah berpikir dua kali saat bicara, tapi bisa berjuta kali menyesal dan minta maaf. Tak ada lagi “Mamet” yang gamang dan meragukan jalan pulang. Tak ada lagi “Mamet” yang terlalu bernegosiasi dengan waktu dan mimpi. Mamet merasa sudah tumbuh. Sudah tak lagi belajar jalan. Mamet siap berlari. 
Mari bereskan setumpuk folder mimpi yang kemarin tak terbaca. Mari sayangi keluarga dan teman-teman yang kemarin tergadaikan karena tak terjangkau waktu. Benahi jalan setapak ini agar terlihat dan bisa dijalani dengan lebih baik. Tak usah lagi berusaha mengisi apa yang kosong, karena mungkin saja sesuatu itu diciptakan untuk kosong. Penuhi apa yang harus dipenuhi. 
Beruntunglah seorang ibu yang melahirkan Mamet 23 tahun yang lalu. Karena saya tahu betul, Mamet menjadi tahan banting dan pejuang luar biasa. Ia lahir untuk menyanyikan “Selamat Ulang Tahun” untuk orang-orang yang ia cintai. Ia lahir untuk membagikan lauk kepada piring handai taulan saat ada jamuan makan malam. Ia adalah orang yang berjuang keras untuk bisa menjadi sejarah. Bukan untuk dunia, melainkan untuk masing-masing orang yang dicintainya. Karena ia tak ingin dilupakan. 
Selamat ulang tahun, Mamet! Teruslah melangkah, hingga lelah enggan mengejarmu.

Perkenalkan ini teman saya, namanya Achmad Triadi Setiawan, biasa dipanggil Mamet, dan ia ulang tahun hari ini.
Selamat ulang tahun, Mamet! Dirgahayu!

Chapter yang sudah berlalu semoga sudah Mamet kemas dan letakkan dengan manis di dalam boks bergembok di atas lemari. Di chapter ini, semoga Anda tak lagi melihat hal negatif yang Mamet miliki di chapter sebelumnya. Tak ada lagi “Mamet” versi hura-hura tak terencana. Tak ada lagi “Mamet” super-emosional yang tak pernah berpikir dua kali saat bicara, tapi bisa berjuta kali menyesal dan minta maaf. Tak ada lagi “Mamet” yang gamang dan meragukan jalan pulang. Tak ada lagi “Mamet” yang terlalu bernegosiasi dengan waktu dan mimpi. Mamet merasa sudah tumbuh. Sudah tak lagi belajar jalan. Mamet siap berlari. 

Mari bereskan setumpuk folder mimpi yang kemarin tak terbaca. Mari sayangi keluarga dan teman-teman yang kemarin tergadaikan karena tak terjangkau waktu. Benahi jalan setapak ini agar terlihat dan bisa dijalani dengan lebih baik. Tak usah lagi berusaha mengisi apa yang kosong, karena mungkin saja sesuatu itu diciptakan untuk kosong. Penuhi apa yang harus dipenuhi. 

Beruntunglah seorang ibu yang melahirkan Mamet 23 tahun yang lalu. Karena saya tahu betul, Mamet menjadi tahan banting dan pejuang luar biasa. Ia lahir untuk menyanyikan “Selamat Ulang Tahun” untuk orang-orang yang ia cintai. Ia lahir untuk membagikan lauk kepada piring handai taulan saat ada jamuan makan malam. Ia adalah orang yang berjuang keras untuk bisa menjadi sejarah. Bukan untuk dunia, melainkan untuk masing-masing orang yang dicintainya. Karena ia tak ingin dilupakan. 

Selamat ulang tahun, Mamet! Teruslah melangkah, hingga lelah enggan mengejarmu.

Subhanallah, Luar Biasa!

Lagi visite besar ruang nifas
Dr. W: (suaranya kecil) (nanya ke residen) "Lalu kenapa pada pasien ini harus di SC (Seksio Saesarea)?"
Residen dr. B: "Karena ada indikasi letak sungsang dan prematur, dimana di dalam teori bisa terjadi arrested after coming head..."
Dr. W: (masih pake suara kecil) (nunjuk ke koass U) "Itu siapa buat (teorinya)?"
Koass U: (lagi bengong) (salah denger) (kaget) " A.. A.. AA.. ALLAH, DOK!!!!"

Rasanya Pengen Deh Makan Orok

Ari: "Aduh pasien yang gue tolong partusnya (lahirannya) kemarin pendarahan terus nih udah 4 jam...."
Ari: "Luka yang gue jait juga udah gue cek, bukan dari situ pendarahannya kok. Duh."
Ade: "Syok hipovolemik ga ibunya? Anemia?"
Ari: "Engga. Gue follow-up tensi, nadi, pernafasan, sama suhunya normal kok. Terus udah liat hasil labnya. Hb nya normal...."
Ade: "Hb? Ha-Be?"
Ari: "Iya udah gue sysmax. Hb, ya hemoglobin...."
Ade: "Oh dikirain Ha Be... Ge tua, tingkahmu semakin gila~"
Ari: (gondok setengah idup)

"Jangan kapok ya jaga sama gue. Semoga nanti-nanti bareng lagi ya jaganya sama gue, Ri. Makasih, ya."

dr. B, Residen Obgyn yang favorit nyuruh gue untuk antar pasien ke OK dan nontonin operasi, untuk ngecap tangan ibu, untuk nganterin pasien ke radio, untuk dorong brankar ke VK bareng-bareng sambil diajarin ini itu. Thanks, Doc!

"THT-KL? Telinga-Hidung-Telinga-Kepala-Lagi?"

dr. D, Residen Obgyn 3B

Duh, Uda

Lagi numpang ngeprint CSS di Departemen Obstetri dan Ginekologi
Adri: "Gila! Ngeprint di sini murah banget! 200 rupiah doang! Fotokopi juga cuma 150 rupiah doang. Gila kalo di Jakarta bisa berapa kali lipatnya!"
Ari: "Ya lu bandingin sama departemen, ya beda lah. Fotokopinya di Anak aja ya, biar bisa sekalian sarapan."
Sampai di Departemen Ilmu Kesehatan Anak
Adri: "Fotokopi di sini satu lembarnya berapaan ya..."
Adri: "Gue harusnya bisa nawar nih, kan udah punya gambaran pasaran kalo di Obgin cuma 150 rupiah kalo fotokopi."
Ari: (bengong) "Darah Minang lo tetep ya ga bisa disembunyiin, Dri..."

Misteri Jumat (Bahkan Gue Baru Tau)

Lagi nyiapin bahan perseptoran.
Ari: "Dri, laptop lo masih ngerestart?"
Adri: "Iya niiih, lama banget. Aduh, gue marah juga nih lama kelamaan."
Ari: "Eh, jangan Dri. Hari ini hari Jumat, sayang kalo lo marah-marah..."
Adri: "Oh iya ya, emang sih kalo hari Jumat cobaannya diperberat biasanya, soalnya pahalanya besar."

Via LINE
Ari Sri Wulandari S.: Tadi pagi pas aku nyisir, aku nemu uban sehelai. Udah tua ya?
Rangga Arya P: Dimas (adiknya Rangga -red) lebih muda 5 tahun dibanding aku, ubannya udah puluhan
Rangga Arya P: Kebanyakan mikir negoro
Rangga Arya P: Bedanya sama kamu, kamu kebanyakan mikir apa bener Indomaret itu berdiri di bulan Maret ato engga…

Oh, jadi aku lebih ga penting dibanding Dimas? Syem.

Via LINE

Ari Sri Wulandari S.: Tadi pagi pas aku nyisir, aku nemu uban sehelai. Udah tua ya?

Rangga Arya P: Dimas (adiknya Rangga -red) lebih muda 5 tahun dibanding aku, ubannya udah puluhan

Rangga Arya P: Kebanyakan mikir negoro

Rangga Arya P: Bedanya sama kamu, kamu kebanyakan mikir apa bener Indomaret itu berdiri di bulan Maret ato engga…

Oh, jadi aku lebih ga penting dibanding Dimas? Syem.

aliterarycameo:

Yang dahulu selalu ingin mengembalikan waktu, kini ingin cepat-cepat melangkahi waktu.

Manusia memang tidak pernah ada puasnya.

"Seberapa besar kita boleh berharap?
Sebesar kapasitas hati kita untuk menampung rasa kecewa."

Nazrul Anwar (via tausendsunny)

Ah ini —dan kaitannya dengan mengatur ekspektasi.

(via a-raffia-la-qua-at-wiz)

"Hai, ini mungkin agak mainstream, tapi saya sekarang membuka akun ask.fm. Fiturnya ngingetin sama formspring jaman dulu, jadi aja kegoda buat bikin. Well, please leave your question here :))"

Korelasinya Apa?

via LINE
Rangga Arya P.: Ri! Gue ga dapet tiket pulang! Kereta penuh sampe tanggal 8, ini gimana dong?
Ari Sri Wulandari S.: Lah masa mau bolos? Penting loh acaranya. Mbalik sini lah cepet.
Rangga Arya P.: Ya, bisa sih maksa, bisa jadi gue nyupir juga nih dari Surabaya.
Ari Sri Wulandari S.: Janganlah, jauh banget, kasian nanti cape.
Rangga Arya P.: Ya serem juga sih bawa mobil dari Surabaya ke Bandung, kemaren sepupu ada yang kaya gitu, langsung appendicitis.
Ari Sri Wulandari S.: ........................ korelasinya apa ya Rang?
Ari Sri Wulandari S.: Prolong immobilized?
Rangga Arya P.: Ga ada korelasinya sih, itu mah dianya aja yang sakit-sakit maksain nyupir Surabaya-Bandung.
Ari Sri Wulandari S.: ............... Auk ah gelap.