Een Lange Reis
A rhotacism, who's still catching a suffix granted white magic caster, dr. (med), often called as Ari Sri Wulandari Surjodiprodjo. Currently living in Bandung, Indonesia.
Your blurred line and imaginary friend from this second.

Misteri Jumat (Bahkan Gue Baru Tau)

<b> <b></b> </b> Lagi nyiapin bahan perseptoran.<p><b>Ari:</b> "Dri, laptop lo masih ngerestart?"<p><b>Adri:</b> "Iya niiih, lama banget. Aduh, gue marah juga nih lama kelamaan."<p><b>Ari:</b> "Eh, jangan Dri. Hari ini hari Jumat, sayang kalo lo marah-marah..."<p><b>Adri:</b> "Oh iya ya, emang sih kalo hari Jumat cobaannya diperberat biasanya, soalnya pahalanya besar."<p><p>

Via LINE
Ari Sri Wulandari S.: Tadi pagi pas aku nyisir, aku nemu uban sehelai. Udah tua ya?
Rangga Arya P: Dimas (adiknya Rangga -red) lebih muda 5 tahun dibanding aku, ubannya udah puluhan
Rangga Arya P: Kebanyakan mikir negoro
Rangga Arya P: Bedanya sama kamu, kamu kebanyakan mikir apa bener Indomaret itu berdiri di bulan Maret ato engga&#8230;

Oh, jadi aku lebih ga penting dibanding Dimas? Syem.

Via LINE

Ari Sri Wulandari S.: Tadi pagi pas aku nyisir, aku nemu uban sehelai. Udah tua ya?

Rangga Arya P: Dimas (adiknya Rangga -red) lebih muda 5 tahun dibanding aku, ubannya udah puluhan

Rangga Arya P: Kebanyakan mikir negoro

Rangga Arya P: Bedanya sama kamu, kamu kebanyakan mikir apa bener Indomaret itu berdiri di bulan Maret ato engga…

Oh, jadi aku lebih ga penting dibanding Dimas? Syem.

aliterarycameo:

Yang dahulu selalu ingin mengembalikan waktu, kini ingin cepat-cepat melangkahi waktu.

Manusia memang tidak pernah ada puasnya.

"Seberapa besar kita boleh berharap?
Sebesar kapasitas hati kita untuk menampung rasa kecewa."

Nazrul Anwar (via tausendsunny)

Ah ini —dan kaitannya dengan mengatur ekspektasi.

(via a-raffia-la-qua-at-wiz)

"Hai, ini mungkin agak mainstream, tapi saya sekarang membuka akun ask.fm. Fiturnya ngingetin sama formspring jaman dulu, jadi aja kegoda buat bikin. Well, please leave your question here :))"

Korelasinya Apa?

via LINE
Rangga Arya P.: Ri! Gue ga dapet tiket pulang! Kereta penuh sampe tanggal 8, ini gimana dong?
Ari Sri Wulandari S.: Lah masa mau bolos? Penting loh acaranya. Mbalik sini lah cepet.
Rangga Arya P.: Ya, bisa sih maksa, bisa jadi gue nyupir juga nih dari Surabaya.
Ari Sri Wulandari S.: Janganlah, jauh banget, kasian nanti cape.
Rangga Arya P.: Ya serem juga sih bawa mobil dari Surabaya ke Bandung, kemaren sepupu ada yang kaya gitu, langsung appendicitis.
Ari Sri Wulandari S.: ........................ korelasinya apa ya Rang?
Ari Sri Wulandari S.: Prolong immobilized?
Rangga Arya P.: Ga ada korelasinya sih, itu mah dianya aja yang sakit-sakit maksain nyupir Surabaya-Bandung.
Ari Sri Wulandari S.: ............... Auk ah gelap.

Ngsalak Ada?

Via LINE
Ari Sri Wulandari S.: Shal, lagi nganggur?
Ahmad Faishal: Lagi ngjeruk.

Deserve Better

image

Sebuah notifikasi masuk ke telepon genggam.

arioshafa: Bro

Seorang teman di masa lampau. Yang tak pernah berkomunikasi selama 2 tahun ini. Kembali menyapa.

***

Namanya Ario. Ario Achwanu Shafa. Koasisten di sebuah Rumah Sakit di Yogyakarta. Anak gunung hidup di pantai. Senang bernyanyi sambil main gitar sampai jadi artis Youtube. Pendiam namun selalu mengobservasi.

Setelah hilang kontak hampir 2 tahun, tiba-tiba dengan ajaibnya Ario menyapa saya di LINE. Been ages.

Apa sih yang terjadi selama 2 tahun ini di antara kami berdua? Banyak sekali. Sambil sibuk updating hidup masing-masing, di tengah percakapan saya iseng bertanya, "Kerasukan apa Yo tiba-tiba nge-LINE aku?". Dengan singkat dia menjawab, "Kangen".

***

Ario bercerita dengan gaya khas Ario yang selalu saya kenal, singkat dan pemilihan katanya sangat lugas. Selayaknya manusia lainnya, Ario pun punya masalah. Entah mengapa masalah itu yang menggerakkan Ario untuk menekan fitur Add Friend di LINE dan search by ID, lalu mengetik: arisriwulandari.

Ya, Ario mencari saya. Hanya untuk cerita singkat. Yang dia sendiri ga tau alasan persisnya untuk menghubungi saya.

***

Akhir kata.

arioshafa: Makasih ya, Ri

arioshafa: Mungkin ini yang kukangenin dari kamu Ri, selalu mau dengerin.

Entahlah. Padahal selama ini orang saya kenal yang paling tulus untuk mendengarkan semua keluhan orang adalah Ario itu sendiri, meskipun kadang dia suka respon (baik sengaja maupun tidak sengaja) dengan segala ketidaknyambungannya dia. Ya, saya belajar dari dia, untuk mendengarkan sesuatu dengan tulus, agar bisa membalas segala yang dia lakukan di suatu hari.

Yes, he deserves better.

Sincerely,

Ario’s friend, Ari Sri Wulandari S.

a-raffia-la-qua-at-wiz:

pravitasaryeah:

Sesekali kita perlu berjalan ke tempat yang lebih tinggi. Agar kita terheran-heran mengapa kota bergedung tinggi suaranya sunyi; mengapa waktu rasanya berjalan lambat sekali.

Agar kita tersadarkan bahwa dari jauh bisa jadi kita hanya setitik cahaya yang bahkan tidak bisa dibedakan dari yang lain.

Agar kita mengerti bahwa sebuah pemikiran &#8220;diri saya berbeda dengan orang lain&#8221; itu tidak valid, justru pemikiran itu lah yang membuat kita semua sama. Sama-sama kecil di hadapan-Nya.

a-raffia-la-qua-at-wiz:

pravitasaryeah:

Sesekali kita perlu berjalan ke tempat yang lebih tinggi. Agar kita terheran-heran mengapa kota bergedung tinggi suaranya sunyi; mengapa waktu rasanya berjalan lambat sekali.

Agar kita tersadarkan bahwa dari jauh bisa jadi kita hanya setitik cahaya yang bahkan tidak bisa dibedakan dari yang lain.

Agar kita mengerti bahwa sebuah pemikiran “diri saya berbeda dengan orang lain” itu tidak valid, justru pemikiran itu lah yang membuat kita semua sama. Sama-sama kecil di hadapan-Nya.

Jadi Harus Ke Indojuli?

Lagi nunggu lift buat turun ke lobby
Cavia: "Kak, aku harus beli makanan dulu nih kayaknya..."
Ari: "Oh ya, di sebelah gedung ada Indomaret kok, kesana aja Cav."
Faishal: "Lah ga buka kali, Teh."
Ari: "Oh ya?"
Faishal: "Lah orang sekarang bulan Juli, bukan bulan Maret."
Cavia + Ari: "....." (mencoba mencerna)
Cavia: "Oh, sekarang aku ngerti deh kenapa Kak Ari suka kesel sama Faishal." (nada maklum)

SMS Ayah Hari Ini

Ayah: Wi, gimana kabarnya? (maksudnya nanya kabar abis ujian)

Gue: Laper Yah. Pengen Mekdi.

Ayah: Kamu mah memang Maha Tidak Nyambung dari dulu.

BDO-MLG

image

Kisah sebuah paket yang dikirimkan dari Barat ke Timur.

Risnu Ardian: (sent you a picture)

Risnu Ardian:

image

Risnu Ardian: Makasih banyak buat kiriman daun sama foto astronotnya.

Risnu Ardian: Ane emang cinta lingkungan dan dulu emang pengen jadi astronot, hahaha.

***

Sepertinya ada yang salah ngomentarin. *sigh*

"Apa yang paling menakutkan dari semuanya? Sejujurnya bukan waktu, namun apa yang akan terbunuh karena waktu; kecuali kenangan, semoga.&#8221;
Masih ingat tolakan ajakan bermain di Bandung karena harus menabung habis kemalingan?
Masih ingat waktu pertama kali interview pakai Skype Arky?
Masih ingat waktu bolos sesi May Meeting karena mengobrol dari luar dan dalam hati?
Masih ingat senyum dan pujian atas presentasi yang kehabisan waktu?
Masih ingat tersasar waktu bertemu di Bandung?
Masih ingat makan rainbow cake sambil handover?
Masih ingat berpetualang naik Si Donal demi rapat di KFC Gaplek?
Masih ingat ketiduran di Kemang ketika menonton sebuah pertandingan sepak bola?
Masih ingat telepon untuk sekedar mengingatkan agar bangun dari tidur ketika sesi baru di NLS akan dimulai?
Masih ingat panggilan jadi trainer dadakan untuk NLS?
Masih ingat makan siang sambil ditemani musik-musik yang menyenangkan?
Masih ingat hujan-hujanan demi sebuah kue ulang tahun?
Masih ingat cerita dini hari dari hati ke hati di McDonald Pondok Gede hingga menjelang subuh?
"Dasar kamu selalu ngerepotin aku, tapi aku seneng direpotin kamu, karena kamu adik yang menyenangkan."
Aku ingat semua kata-kata itu. Singkat, tapi mengharukan.
***
"Hei, Selamat Ulang Tahun" mungkin terlalu terlambat untuk saat ini, jadi aku hanya ingin ucapkan, selamat menjelang akhir dari hari ulang tahunmu. Aku hanya mau memulai permainan kartu-kartu kenangan kita sebentar, baru lalu kita saling bercerita tentang semua ingatan dan kemudian kembali mengejar mimpi masing-masing.
Selamat ulang tahun, dr. Muhammad Fahriza.
Dari penggemarmu nomor satu, adikmu.

Ari Sri Wulandari

"Apa yang paling menakutkan dari semuanya? Sejujurnya bukan waktu, namun apa yang akan terbunuh karena waktu; kecuali kenangan, semoga.”

Masih ingat tolakan ajakan bermain di Bandung karena harus menabung habis kemalingan?

Masih ingat waktu pertama kali interview pakai Skype Arky?

Masih ingat waktu bolos sesi May Meeting karena mengobrol dari luar dan dalam hati?

Masih ingat senyum dan pujian atas presentasi yang kehabisan waktu?

Masih ingat tersasar waktu bertemu di Bandung?

Masih ingat makan rainbow cake sambil handover?

Masih ingat berpetualang naik Si Donal demi rapat di KFC Gaplek?

Masih ingat ketiduran di Kemang ketika menonton sebuah pertandingan sepak bola?

Masih ingat telepon untuk sekedar mengingatkan agar bangun dari tidur ketika sesi baru di NLS akan dimulai?

Masih ingat panggilan jadi trainer dadakan untuk NLS?

Masih ingat makan siang sambil ditemani musik-musik yang menyenangkan?

Masih ingat hujan-hujanan demi sebuah kue ulang tahun?

Masih ingat cerita dini hari dari hati ke hati di McDonald Pondok Gede hingga menjelang subuh?

"Dasar kamu selalu ngerepotin aku, tapi aku seneng direpotin kamu, karena kamu adik yang menyenangkan."

Aku ingat semua kata-kata itu. Singkat, tapi mengharukan.

***

"Hei, Selamat Ulang Tahun" mungkin terlalu terlambat untuk saat ini, jadi aku hanya ingin ucapkan, selamat menjelang akhir dari hari ulang tahunmu. Aku hanya mau memulai permainan kartu-kartu kenangan kita sebentar, baru lalu kita saling bercerita tentang semua ingatan dan kemudian kembali mengejar mimpi masing-masing.

Selamat ulang tahun, dr. Muhammad Fahriza.

Dari penggemarmu nomor satu, adikmu.

Ari Sri Wulandari

Bau rumah sakit ini menusuk hidungku dengan segera. Kamu yang sedang ditunggu-tunggu, datanglah. Kamu yang sedang berjuang menentukan hidup dan mati, semangatlah.

Karena aku selalu menunggumu. Di sini. Meski kamu tak pernah tahu.

Jujur Nih, Emang Lagi Nyari Wedding Organizer Sebenernya...

Lagi buka bersama KKNM Bojonggenteng 2012 (The Bontengs/ BGT48)
Dewa: "Ri, kapan nikah?" (sombong mentang-mentang udah punya pacar)
Ari: "Doain aja ya Wa..." (senyum)
Uju: "Ah, si Ari mah doain aja mulu..."
Ari: "Sejujurnya ya Wa, urang teh lagi nyari Wedding Organizer... Cuma dari kemaren ga ada yang cocok..."
Uju: "WIH SERIUS????"
Dewa: "Ama aing aja siniiiih!"
Ari: "Serius lah, masa urang main-main sama nikahan."
Dewa: "Sama siapa, Ri? Orang mana? Kalo sama anak Unpad lagi sini diospek dulu lah sama The Bontengs!"
Ari: "Yee ospek-ospek, ini aja lagi pusing ga ada yang cocok sama paket-paket WOnya."
Uju: "Emang maneh cari yang kaya gimana, Ri?"
Ari: "Nyari paket yang sekalian nyediain mempelai pria......." (nyengir)
Dewa & Uju: "........................."
Uju: "Kok aing merasa dipermainkan yah..."
Dewa: "Maneh teh segitunya ya hopeless, Ri? Sini dicariin anak Geologi lah. Sedih aing dengernya."