First, I lost my cellphone. Ga tau sih kemarin terakhir dimana ngeletakinnya, belum dicari juga di mobil. Yoi, di saat sibuk-sibuknya kaya gini. Jadi untuk sementara, hubungi lewat Path, Instagram, atau Tumblr mungkin ya.

Second, I’ve been sick for 3 days-a-row. Apalagi kalo bukan tonsilitis (dan berlanjut flu berat). Keadaan ini ngebuat gue ngebatalin semua acara di hari Sabtu kemarin. Tapi Tuhan emang Maha Baik. Ikal, yang jauh-jauh ke Bandung buat sweet escape dari Jogja, datang ngejenguk gue diantar almighty navigator, Renza. Nyasar empat kali ga bikin patah arang buat ngasih apel dan jeruk. Terharu aja dijenguk sama junior. MAKASIH YAAA DUO VPI DAN CALON VPI <3

CIMSA  absurd  fellas  

Lah Siapa Yang LINE Duluan?

  • Via LINE (dengan beberapa penyesuaian)
  • Renzavaldy: Teh, ini Satnite loh...
  • Ari Sri Wulandari S.: Hah, demi apa sekarang Satnite? Wah, Satnite gua dipake habis dipakai beberes kamar.
  • Renzavaldy: Heh, kurang apa coba Satnite-ku dipake buat nontonin temen main komputer.
  • Ari Sri Wulandari S.: Lalu kamu habiskan sisa Satnite-mu untuk berbalas pesan singkat denganku?
  • Renzavaldy: Kira-kira begitulah... Sedih. Kenapa harus sama Teteh...
absurd  chit-chat  fellas  LINE  

Malam Mingguku Beberes Kamar (UPDATED)

Gue adalah orang yang berantakan dan bosenan. Rak-rak kubikel kerja gue sering banget berdebu, sehingga Mamah Gea berinisiatif untuk membuat pintu kaca tambahan untuk rak. Tadi pagi, tukang kaca datang untuk masang kacanya (kalimat retoris, yaiya dong, masa mau masang emas?) dan gue otomatis harus ngeluarin semua isi rak. Udah terlanjur berantakan, ya udah posisi kamar berubah aja sekalian.

Berikut rekap peristiwa dibantu keterangan fotonya:

  • Foto 1 & 2: Secara ajaib, gue menemukan hasil gue belajar bikin kalung-kalungan dari bahan limbah tekstil 3 tahun yang lalu, diajarin Mbak Ririe. Futuristik banget gak sih bo, milihnya warna transparan cyin. Foto kedua membuktikan kalo gue orangnya bosenan dan kurang ulet, kalung perca cuma sampe tengah-tengah ga dilanjutin lagi, sigh.
  • Foto 3: Rak gue akhirnya dikacain! Wow!
  • Foto 4: Spot baru tempat tidur, asalnya ga di situ. Awalnya ragu mau mindahin ke spot ini karena entah kenapa temboknya kotor kaya banyak jejak kaki (?). Terus ngeliat majalah bekas ngegunung, jadinya dimanfaatkan sebagai wallpaper, hahaha. Yang dulu sering ke kosan gue pasti apal banget sama kebiasaan gue bikin wallpaper dari majalah. Ya lumayan juga , hasilnya, bisa jadi spot foto baru. Well, reaksi pertama Mamah Gea pas liat ini adalah: "KOK KAMU KAYA LAKI-LAKI NEMPELIN INI ITU?" (nada panik). Gahahahah! ps: abaikan bantal hati ga berbentuk itu, sumbangan dari Mbak Rary.
  • Foto 5: Ternyata rak buku gue udah penuh :(. Kemungkinan bakal ada buku yang akan dieliminasi.
  • Foto 6: Abstract tube. DIY lagi akhirnya. Awalnya dari kaleng rokok yang entah tiba-tiba nyasar ada di rak, akhirnya diubah jadi wadah pin pakai majalah bekas, benang kasur, dan pita kain perca.
  • Foto 7: Reformed book-stand. Penahan buku gue kira-kira umurnya lebih tua dari gue, karena warisan dari mbak-mbak gue. Materialnya besi, jadi ga heran udah mulai berkarat dan catnya mengelupas. Akhirnya DIY lagi pake majalah bekas dan kain perca.
  • Foto 8: Akhirnya ganti bohlam! Lampu tidur gue (yang dimana lampunya juga DIY buatan Mbak Ririe) pun nyala lagi!
  • Foto 9: Aromatherapy’s fire. Karena gue seharian mampus banget abis waktunya buat beresin kamar, jadinya gue butuh relaksasi. So, I decided to burn Lavender’s oil in my bunsen.

Lah terus sisanya kamarnya mana?

Belom beres. Besok lanjut lagi. Doakan kuat dan tabah ya. Amin.

ps. Doain juga semoga rapinya tahan lama. AMIN PAKE BANGET.

pps. Sori agak ‘kotor’ foto-fotonya, diambilnya malem soalnya. Susah cari ISO yang pas.

UPDATE:

Akhirnya beres juga!

  • Foto 10: Apa yang gue kerjakan hari ini salah satunya adalah memilah baju, sepatu, dan tas untuk masuk lemari Excel tambahan (iya overload di wardrobe aslinya). Excelnya ga serupa, jadi sama gue dilapis majalah bekas. Waktu beresin meja belajar… rame juga sih. Nemuin buku-buku partitur organ, sepasang stik drum dan sepasang stik xylophone, buku-buku visual art design, dan yang lainnya, bikin gue mikir… dulu kok sempet-sempetnya belajar ginian ya, hahaha.

Kalau Ini Kuis, Mas Udah Gugur dari Babak Penyisihan

  • Mau masuk Ace Hardware, tiba-tiba dicegat mas-mas yang nawarin kartu diskonan
  • Mas X: "Halo Mbak, anak SMA mana nih?"
  • Ari: (kaget) "Hah?"
  • Ari: (pasang muka poker face) "Oh... SMA 5 Mas... tapi ya kira-kira 5-7 tahun yang lalu sih mas..."
  • Mas X: "Errr... (mengalihkan topik pembicaraan) Mbak orang mana?"
  • Ari: "Maksudnya?"
  • Mas: "Yaa, orang mana gitu... Orang Batak ya?"
  • (Diam 5 detik)
  • Ari: "Terserah deh Mas, saya mau jadi orang apa..." (padahal dalem ati: Batak mana yang dagunya bulet kaya gua?)

Melepas

image

me.le.pas v

  1. menjadikan lepas; membiarkan (lalu, pergi, berangkat, berlayar, dibeli, dsb);
  2. mengantarkan orang (berjalan, berangkat, dsb);
  3. memecat; memberhentikan (dari pekerjaan);
  4. — nazar: melaksanakan apa yang telah dijanjikan; melaksanakan janji (kaul); melepaskan nazar;
  5. — pandang: memandang jauh-jauh

Lepas. 2 suku kata yang akhir-akhir ini sukses bikin saya narkolepsi. Narcolepsy /ˈnɑrkəˌlɛpsi/, also known as hypnolepsy, is a chronic neurological disorder caused by the brain’s inability to regulate sleep-wake cycles normally. Saya sedang persis bertingkah seperti pelawak pada serial humor legendaris di Indonesia, Srimulat. Salah nyendokin makanan ke dagu karena tiba-tiba terlelap tidur selama 3 detik, atau salah menerima informasi yang diikuti dengan kesalahan pencatatan karena tiba-tiba tertidur tanpa ba-bi-bu, sepertinya sudah ga asing lagi bagi saya selama seminggu ini. Lucu sekali bukan? Saya pribadi sih ini ngerasa ini amat sangat menjengkelkan.

Puncaknya kemarin sore, saya gerah sekali dengan keadaan diri saya, keadaan semakin terasa gawat ketika membaca buku yang sekedar untuk relaksasi tidak begitu membantu. Yang ada lagi-lagi saya tertidur ketika membalikan halaman, sukses buat saya ga ngerti apa yang sedang saya baca. Tidak lama, hujan turun lebat. Rumah saya (yang kebetulan banyak kaca-kaca tembus pandang) pun merefleksikan bayangan kilat yang amat terang, diikuti dengan bunyi petir yang sangat amat menggelegar. Bandung sedang dirundung hujan badai. Tiba-tiba…

"DARRRRRRRRRR!"

Gardu listrik kelurahan rumah saya disambar petir. Mati listrik 1 kelurahan. Epik. Dalam sejenak rumah saya gelap gulita dan sepi. Di dalam kegelapan, akhirnya saya memutuskan untuk meditasi, ditemani dengan lagu-lagu yang diputar dari Android yang baterainya sudah setengah habis. Saya berpikir, apa sih yang selama ini mengganggu saya sampai narkolepsi? Ternyata “lepas” yang selama ini mengganggu saya. Saya tidak siap untuk melepaskan sesuatu….., atau mungkin lebih tepatnya seseorang, atau bahkan lebih dari seorang.

Hidup adalah pilihan. Kita memilih atau dipilih. Kadang Tuhan terlalu sering memberikan pilihan pada makhluk-Nya memang. Jangankan pilihan dari Tuhan, menjawab soal ujian pilihan ganda dalam Bahasa Inggris yang terdiri dari 5 options yang biasanya disediakan oleh fakultas pun bikin saya bingung ga karuan. Apalagi yang diberikan oleh Tuhan. Jelas cara ‘hitung kancing’ atau ‘bang-bang-tut jendela uwa-uwa’ ga bisa diejawantahkan pada kasus ini.

Betapa sulitnya memilih dan menerima pilihan seseorang. Pada akhirnya, saya kembali dalam keadaan harus memilih dan merelakan atau kembali direlakan orang lain menjadi pilihan kedua. Rasanya seperti isi perut saya kembali ke kerongkongan karena asam lambung yang tinggi, oops, ternyata saya memang punya GERD (Gastrointestinal-Esophageal Reflux Disease), err, oke bagian ini ga penting. Mungkin lebih tepat seperti lintah dikasih garam. Yaaaaa, intinya sih saya masih ga bisa nerima apa yang terjadi dan itu sukses bikin diri saya tidak berfungsi dengan normal, baik lahir dan batin.

Inti dari tidak dapat menerima adalah ego. Ego diri merupakan benda abstrak yang ada di dalam kepribadian kita dan itu bisa dikontrol. Masalahnya cuma apakah kita mau apa tidak. Kembali, Tuhan memberikan pilihan pada kita.

15 menit kemudian, saya mengakhiri meditasi saya. Rumah saya masih gelap, mati listrik masih berlangsung, tapi saya tahu apa yang harus saya lakukan. Saya beranjak ke kamar mandi dan mengambil wudhu. Saya rasa ini saat yang tepat untuk mengadu pada Tuhan.

Qul huwa Allahu ahad. Allahu assamad. Lam yalid walam yoolad, walam yakun lahu kufuwan ahad.

Say, “He is Allah, [who is] One. Allah, The Eternal Refuge. He neither begets nor is born, nor is there to Him any equivalent.”

Surat Al-Ikhlas. Biasanya sih sudah masuk ke daftar Most Played kalau pilihan surat pendek ketika shalat saya diibaratkan bak iTunes. Tapi hari ini beda. Semoga dengan mengalirnya ayat terakhir dari Surat Al-Ikhlas, saya ikhlas melepas dia. Dan dia.

Kali ini ikatan di tangan saya seakan-akan hilang dikibas. Jiwa saya pun lepas, saya merasa bebas.

Maka bagi yang merasa takut kehilangan sesuatu, mulailah belajar merelakan sesuatu.

Mudah, dimulai dengan memaafkan diri kamu sendiri. Tanya Tuhanmu jika kamu bingung bagaimana caranya.

“Letting go doesn’t mean that you don’t care about someone anymore. It’s just realizing that the only person you really have control over is yourself.” 
― Deborah Reber

Terimakasih dan sampai berjumpa kembali.

Sincerely,

Ari Sri Wulandari,

yang sudah bisa tidur dengan nyenyak tadi malam.

Clara C - Wildflower

Wildflower, you’re a wildflower, not for taming
Skies ignite when you glide your smile, captivating

I know it’s been a minute longer than you planned, and the ground is sinking deeper than the sand
Turn your walls to doors, just take a stand

Takes what yours and go make it more
I want to see you try living by your desire
Silver lines tangle, leave us behind
I want to see you try living by your desire

Wildflower, you’re a wildflower, ever thriving
Making light of dark and night, ever striving

I know it’s been a minute longer than you planned and the ground is sinking deeper than the sand
Turn your walls to doors, just take a stand

Takes what yours and go make it more
I want to see you try living by your desire
Silver lines tangle, leave us behind
I want to see you try living by your desire

Takes what yours and go make it more
I want to see you try living by your desire
Silver lines tangle, leave us behind
I want to see you try living by your desire

ERMAHGERD! CLARA C!!!

This song is made for supporting “Girl Rising”. Girl Rising is a global campaign for girls’ education that use the power of storytelling, leveraged through partnerships, to share the simple truth that educating girls can transform societies. Girl Rising unites girls, women, boys and men who believe every girl has the right to go to school and the right to reach her full potential.

The mission is to change the way the world values the girl. Why girls? Educating girls can break cycles of poverty in just one generation. Educated girls stand up for their rights, marry and have children later, educate their own children, and their families and communities thrive.

Yet millions of girls around the world face barriers to education that boys do not. Removing barriers such as early marriage, gender-based violence, domestic slavery and sex trafficking means not only a better life for girls, but a safer, healthier and more prosperous world for all.

http://girlrising.com/

Perlukah Gue Melompat?

  • Lagi serius baca buku
  • R: (merhatiin) "Ri, kalo lagi serius gini, muka lo kaya kangguru deh..."
  • A: "Matanya gede maksudnya?"
  • R: "Engga... Mukanya picik gitu..."(nada santai)
  • A: "Err..."
fellas  chit-chat  asem  

The Another Story of A Surprise Package: The Reply

Karena katanya paketnya sudah diterima dan dibuka oleh yang bersangkutan, jadi ga ada salahnya gue rasa untuk sekedar di-post di sini.

Paketnya sih sederhana, cuma disampul sama flyer dari Kineruku (tempat gue membeli isinya) dan diikat dengan benang kasur, tapi ketika beres, gue merasa ada yang kurang. Ya, perfeksionisnya kumat. Karena lokasi gue tempat membungkus adalah di mushola Ciwalk, jadi gue tambahin aja… dedaunan dari pot yang ada di mushola (HAHAH). Minta izin kok buat metiknya, ya masa ga minta izin (sebenernya sih gara-gara ada CCTV juga di sana). Ya udah, jadi deh. Tau deh setelah dimasukin ke dalam amplop dan dibawa sama kurirnya sampe sana masih utuh apa engga bentuknya kaya gini.

"A book is a loaded gun".

ps. Gue juga membungkuskan Avi (juniornya Humar di kampus, juniornya gue di Official Nasional) sesuatu, karena dia cerita betapa sulitnya dia bantu Humar untuk mencari alamat rumah gue (alamat rumah gue disimpan di BlackBerry-nya Humar yang lagi rusak).

pps. Isinya? Tanya aja ke orangnya sendiri. Yang jelas apa yang gue berikan belinya di Kineruku. Ya, kecuali foto karya gue dan foto candid ybs. edisi terbatas :))

Bak Lintah Dikasih Garam

  • via Line Group CIMSA FK Unpad dengan beberapa penyesuaian
  • ... (lagi break bahas sisi positif dan negatifnya vaksin HIV yang udah masuk uji coba tahap akhir)
  • Ari Sri Wulandari: Qi, musim ujan nih. Danus payung CIMSA gih.
  • Aryo Cahyo Biantoro: Jualan pulsa gih Qi.
  • Tita Rashida: Kontak jodoh gih Qi.
  • Iqi Siti Rizkia: Nah, kontak jodoh. Itu potensial sekali!
  • dr. Indah Amelia: Udah ah, aku mau pacaran dulu. Iqi ga punya pacar ya, kasian.
  • Ari Sri Wulandari: Yaaah, gimana mau danus kontak jodoh kalo Iqinya sendiri jombs?
  • Iqi Siti Rizkia: HAHAHA TEH ARI! TAU GA RASANYA LINTAH DIKASIH GAREM? RASANYA KAYA GINI NIIIH, PERIIIH!
  • Iqi Siti Rizkia: Aseeem!
  • ps. Iqi adalah Fundraising & Merchandise Director CIMSA FK Unpad yang baru saja naik tahta, tapi sayangnya mukanya paling minta buat dibully, ga jauh beda sama kelakuannya..
  • pps. Anggota Line group-nya termasuk jangkauan cukup luas, alumni pun turut serta. Untuk membully Iqi. Eh engga deng, untuk ikutan diskusi maksudnya.
chit-chat  lawak  CIMSA  
"If plan A didn’t work, the alphabets have 25 more letters. If still didn’t work, use Hijaiyah."
- Muhadkly Acho

The Story of A Surprise Package

Yesterday afternoon, I’ve got:

image

The Cute DIY Envelope From Yogyakarta. Made from a green recycled paper, tied by a piece of elastic thread, and a medium size brown button.

Which is filled by…

image

The Sunrise

image

The Dog and The Holy Temple. The caption is an analogical question and it said: “Why that a dog, sleeping in the sun, is so beautiful, but a guy, standing at a bank machine, trying to take some money, looks like a moron?”. LOL. (And later I know that this quote took from “Before Sunrise”).

image

The Sunset

And then, I saw the note. He was making a trilogy.

image

On Sunset, Sunrise, and a Dog.

Yes, definitely I will watch what he recommended to me in a short time. So, all the contains of this package…

image

The Whole Surprise Package

… is hanging in my room work-cubicle. From now until the time can’t be measured by us…., I guess.

image

The Collage

Thank you, Aditya Humar Pradipta. Mission is accomplished with an excellence!

ps.

image

The “Manpower” Cardboard

Humar told me that the cutest-ever thing that he did on this project is this cardboard. Humar had no idea to cover his package, so he took a big cardboard and teared it by his power, because the courier didn’t lend him a scissors. Yaaa, terserah elu deh, Mar.

Launching Taman Musik Centrum

Bandung, 1 Maret 2014

Niatnya sih ga dateng, eh tapi karena tiba-tiba menang kuis dan harus ambil hadiah di sana jadinya dateng. Sebel banget ngelewatin performance Java Jive dan waktu Juicy Luicy manggung gue ga dapet spot bagus. Eh pas abis break solat, udah sengaja cari spot yang oke malah ternyata spot gue kena lampu sorot abis dan entah kenapa venue tiba-tiba penuh banget sama fansnya Hoolahoop sampe gue yang pendek ini meski udah di depan stage tetep ga keliatan apa-apa. Jadi aja Mustache and Beard cuma dapet Afifnya aja. Dilanjut Hoolahoop terus akhirnya pas Tigapagi, para fans Hoolahoop yang ngedorong-dorong gue pun bubar. Nonton Tigapagi pun dengan hikmat. Beres Tigapagi ada Pure Saturday sih, tapi gue udah cape dan memutuskan untuk pulang ke rumah. Well, gapapa sih, toh jadi nambah referensi band indie yang baru.

Hening 5 Detik

  • Indira: "Jadi, Lampard ini suka bacain dongeng buat anaknya. Bisa masak. IQ 150. Ganteng. Wise di lapangan. Family guy banget. Kurang apa lagi?"
  • Gue: "Kurang jodoh aja kali ya sama elu, Ndi..."
absurd  chit-chat  

Late Night (Accoustic Version) - Mustache and Beard

I close my eyes and feel the moment
Imagine something what we’ve done
Hold me tight and let the moon shine
Kept me warm until the sunrise come

Truth is I’m alone here,
With no one to keep me warm
I feel like I’m on edge
With no one to keep me calm

Ga sengaja denger ini waktu di Launching Taman Musik dan sukses jatuh cinta banget sama Mustache and Beard yang punya genre yang dinamain seenak udel mereka: folkyfolkafolks. Mustache and Beard sendiri terdiri dari 6 orang pria yang awalnya kebingungan buat cari nama band mereka bak cari nama buat anak, sempet kepikiran buat ngasih nama “Telor Ceplok”, tapi ternyata kurang catchy kalo denger (bayangin aja sendiri percakapan kaya gini: "Halo Mas, dari band apa ya?"/ "Telor Ceplok, Mas."/ "Pake kecap?"/ "Engg…").

Mustache and Beard sendiri udah punya 5 single, tapi mereka cuma upload 2 di Soundcloud mereka, yang 1 itu Late Night dengan full-band version, sama satu lagi Melawan Senja versi live performance. Untuk late night sendiri, gue mengutip kata-kata dari interview mereka yang dari sini ya: Meskipun ga langsung nempel di otak, Late Night cukup memanjakan telinga. Bercerita tentang seseorang yang rindu pada orang yang disayanginya. Ga melulu pada pacar, bisa orang tua, adik, kakak, maupun teman. Namun, ternyata mereka semua jauh. Apa yang dibayangkan ternyata berbeda dengan realita. Kenapa dikasih judul Late Nite? “Karena malam ialah akhir dari cerita. Di saat itulah kita merasa butuh sekali orang yang benar-benar kita sayang untuk ada di samping kita. Jadi kalau pada malam hari ternyata mereka jauh, gimana rasanya ya?”, jelas mereka.”

Yang pasti, mereka berhasil memanjakan telinga gue meski baru sekali dengar. Terimakasih sajian musiknya, terutama untuk Afif, permainan akordeon dan flutemu luar biasa, suaramu pun tak biasa. Juara!

arisriwulandari on Instagram

In the name of Allah, The Most Compassionate and The Most Merciful.

Akhirnya setelah diracun Kak Sam dan Ruby, bikin juga akun di Instagram. Setelah kembali mengaktifkan Path karena Kak Ai, lalu bikin Instagram… gue jadi seperti hilang kepribadian. Semoga kata “seperti”, tidak berubah menjadi kata “memang”.

Semoga bermanfaat.

ps. akun Deviantart gue bekukan ya.