RSS | Archive | Random

About



Compilation of many pieces from Ari Sri Wulandari Surjodiprodjo. 20 years old. 3rd grade medical student. An artistic & graphic director. A hysteric choir singer. A temporary photographer. A bad writer. An international (IFMSA) trainer. A director from Supporting Division: Human Resources and Development CIMSA Unpad. A member of National Human Resources and Development for CIMSA Indonesia.

Exactly, not your usually type.

Following

28 January 12

Time to Last Team Official Meeting CIMSA Unpad

Royal View, Ciwaruga Lembang.

28-29 Januari 2012.

Hari ini bakal dimulai TOM terakhir.

Mungkin akan hectic, akan nyebelin, akan ngaco… dan akan merindukan TOM nantinya ketika udah pensiun jadi official. Do well for today and tomorrow, Ri! :)

Lemme say, it towards to Post-Power-Blue-Syndrome.

Ohh, I hate it.

27 January 12

So Lovely :)

Gue adalah orang yang terhitung sering menulis tentang orang lain. Tapi jarang ditulis sama orang lain. Sekalinya ada yang nulis… kiyut banget haha. Lucu aja, geli-geli gitu. Here’s my best one wrote about me :)

“LOVELY ADVICE”

By: Muhammad Fakhry Hatta

on Sunday, September 4, 2011 at 11:17pm 

Dari banyaknya doa yang diberikan saat hari ulang tahunku yang ke 20…

Tampaknya doa yang diberikan oleh sahabatku Ari Sri Wulandari lah yang bisa kubilang paling berkesan ..

Sebuah doa yang dituliskan pada secarik kertas foto dan diselipkan pada buku GAJAH MADA yang dia berikan sebagai hadiah utama. 

Inilah isi doanya 

Health

  • Drink plenty of water.
  • Eat breakfast like a king , lunch like a prince, and dinner like a beggar.
  • Eat more foods that grow on trees and plants and eat less food that is manufactured in plants.
  • Live with the 3Es -Energy ,Enthusiasm, and Empathy.
  • Play more games.
  • Read more books than you did in 2010.
  • Sit in a silence for at least 10 minutes each day.
  • Sleep for 7 hours.
  • Take a 10-30 minutes walk daily. And while you walk, smile.

Personality

  • Don’t compare your life to others. You have no idea what their journey is all about.
  • Don’t have negative thoughts or things you cannot control. Instead invest your energy in the positive present moment.
  • Don’t over do. Keep your limits.
  • Don’t take yourself so seriously. No one else does.
  • Don’t waste your precious energy on gossip.
  • Dream more while you are awake.
  • Envy is a waste of time. You already have all you need.
  • Forget issues of the past. Don’t remind your partner with her mistake of the past. That will ruin your present happiness.
  • Life is too short to waste time hating anyone. Don’t hate others.
  • Make peace with your past, it won’t spoil the present.
  • No one is in charge of your happiness except you.
  • Realize that life is a school and you are here to learn. Problems are simply part of the curriculum that appear and fade.
  • Away like algebra class but the lessons you learn will last a lifetime.
  • Smile and laugh more.
  • You don’t have to win every argument. Agree to disagree.

Society

  • Call your family often.
  • Each day give something good to others.
  • Forgive everyone for everything.
  • Spend time with people over the age of 70 & under the age of 6.
  • Try to make at least three people smile each day.
  • What other people think of you is none of your business.
  • Your job won`t take care of you when you are sick. Your friends will. Stay in touch.

Life 

  • Do the right thing!
  • Get rid of anything that isn’t useful, beautiful or joyful.
  • However good or bad a situation is, it will change.
  • No matter how you feel, get up, dress up, and show up!
  • The best is yet to come.
  • Your inner most is alwalys happy. So be happy!

HAPPY BIRTHDAY, FAKHRY! HAPPY TWENTY! -ARI SRI WULANDARI-

Entah disalin dari milik orang lain atau dibuat sendiri aku tidak peduli.

Hari itu (2 September 2011) aku baru sadar bahwa memang dia benar-benar sahabatku , selama kami bersahabat hampir 8 tahun dia yang aku rasa selalu ada. Dia bukan tipe orang yang dengan mudahnya bilang “tenang aku bakal ada ko kalo kamu butuh” atau “Kalem we fah urg kan sahabat maneh masa sih ngilang”. Dia pendengar yang baik itu yang paling aku suka dan mungkin seperti itulah sahabat yang baik menurutku sampai sekarang.

Nice one. Thanks Fakh :)

Tags: fellas
26 January 12

Puasa Daud Aja Sekalian!

  • Maizar Amatowa Iskandar: Coba lu di sini Ri, aaaaah...
  • Maizar Amatowa Iskandar: Udah pindah lagi aja disini hahahaa!
  • Ari Sri Wulandari: Buset, pindah lagi kesana -_-
  • Ari Sri Wulandari: Di sini aja gue udah empot-empotan.
  • Ari Sri Wulandari: Gilaaa, tegang milih judul~
  • Maizar Amatowa Iskandar: Santai ajaaa milih judul. Jangan kaya temen gua milih judul sampe meditasi segala siah hahahaa lebay
  • Ari Sri Wulandari: AMPUNLAH MEDITASI?
  • Ari Sri Wulandari: Oke fix gue bakal puasa mutih kalo gitu caranya
  • Maizar Amatowa Iskandar: Hahahahaa, pirage nentuin judul Rii make puasa mutih, hahaha
  • Maizar Amatowa Iskandar: Tapi boleh juga sih Mek... :p
Posted: 11:29 PM
The post-its for all my tutor mates (D2-Respi) & my tutor (dr. Hasan Bashari, M.Kes) :_)
D2-Respi was a special one. Sukses punya ruang di hati gue. Awas jangan lupa ya kita main waktu minggu pertama GIS :)
Bang Azis - Dania - Ichung - Neng Anis - Dwika - Zami - Syahla - Ari - Andi - Silmi = Dementia - Gabut - Jamur - Nasi Kuning - Bebski - Sukro - Batuk - Mikrobio - Guru Bimbel - Galak :DDD

The post-its for all my tutor mates (D2-Respi) & my tutor (dr. Hasan Bashari, M.Kes) :_)

D2-Respi was a special one. Sukses punya ruang di hati gue. Awas jangan lupa ya kita main waktu minggu pertama GIS :)

Bang Azis - Dania - Ichung - Neng Anis - Dwika - Zami - Syahla - Ari - Andi - Silmi = Dementia - Gabut - Jamur - Nasi Kuning - Bebski - Sukro - Batuk - Mikrobio - Guru Bimbel - Galak :DDD

23 January 12

Deepest

Liburan kali ini… Apa ya sebutannya?

Tugas gue menumpuk dengan Maha Dahsyat. Mulai dari kewajiban gue menunaikan LPJ karena masa jabatan menjadi HRD Director akan berakhir, kewajiban mencari generasi penerusnya juga dengan cara mencari sistem yang terbaik pula, kewajiban sebagai trainer NLS 2012 untuk memahami materi sedalam-dalamnya, kewajiban sebagai tim HRD nasional untuk membuat guidebook suatu materi.

Dalam waktu libur cuma 10 hari. Efektif 7 hari saja, karena 3 hari terakhir Team Official Meeting (TOM) terakhir akan berlangsung di Royal View Ciwaruga. Yang benar saja?

Workaholic, eh?

Mungkin. Ga ada yang salah sama julukan dari sepupu gue satu itu. Gue ga keberatan karena emang pribadi gue yang emang ga bisa kalo ga ada kerjaan.

Hobi nambah kerjaan, eh?

Gue selalu ga bisa ngeles dari kata-kata sang ketua PSM FK Unpad masa jabatan 2012 kalo masalah ginian. Dia selalu dalem kalo ngatain hal ginian. Udah berjuta kali gue stres sama kerjaan gue dan dia udah maklum. Gue selalu ngeles dari kata-kata si Mas’e tentang satu ini dengan alasan: Mumpung dikasih kesempatan. Terus katanya dia: Kerjaan sih kerjaan, tapi mikir kapasitas juga sih. Dasar ga bisa nolak *sambil kepalanya melengos*. Oke, itu ndalem.

Ah gue harus cari kata-kata sendiri.

Mungkin liburan kali ini… penuh dengan rasa iri?

Terutama waktu melihat postingan di dashboard Tumblr, timeline Twitter, timeline Facebook teman-teman gue pada liburan bareng temen-temen atau keluarga… Atau liburan sendiri. Memanjakan diri sendiri, baik badan maupun pikiran. Menuntaskan rasa penasarannya. Berkunjung kemana sesuai keinginannya.

Gue cuma bisa iri.

Gue tau iri itu macem penyakit hati, dipelihara ga boleh, dipikirin pun bikin pengurangan ATP dengan sia-sia. Gue tau gue udah 20 tahun. Gue tau ini adalah hal yang ga dewasa.

Tapi boleh dong sekali-kali gue iri? I need a real holiday too :(

Kapan terakhir gue keluar kota / menjelajah kota sendiri dengan alasan benar-benar mau liburan, ga pake embel-embel meeting ato rapat ato emang sekalian beresin kerjaan ato emang dalam rangka lebaran? For those 2 years, never. Yes.

Facing the reality, I’m a risk taker. It’s my own risk.

You’re so childish, Ri.

Posted: 7:27 PM

B2-Hemato-Immunology System :)

Kelompoknya absurd, tapi fenomenal. Ini kelompok yang akhirnya bikin gue belajar bener-bener loh semenjak itu, bukan karena dosennya galak (tapi emang galak sih) doang :’))

notes: foto diambil abis Laboratory Activity terakhir oleh Bison pake toycam Daniel :)

22 January 12
@arisriwulandari That’s my a workaholic cousin! Kade siah sakit, tapi as long as you love what you do sih gapapa Ri :D Hahaha..

@naufalism (Naufal Chairulfatah), sepupu-ketemu-di-kondangan-padahal-udah-kenal-dari-jaman-purba.

Doi ngetweet ini ketika gue pusing sama deadline tugas gue yang banyak banget dan harus dikerjakan waktu liburan gue yang sempit ini. Thanks Kang! Saya kebetulan aja workaholic liburan ini, btw Kang Naufal juga jangan workaholic ya *nyindir* :p

Posted: 2:02 AM

Menghadirkan lagu favorit dari penyanyi favorit gue selanjutnya.

Clara Chung - Make You Feel My Love (covering Bob Dylan)

When the rain is blowing in your face
And the whole world is on your case
I could offer you a warm embrace
To make you feel my love

When the evening shadows and the stars appear
And there is no one there to dry your tears
I could hold you for a million years
To make you feel my love

I know you haven’t made your mind up yet
But I would never do you wrong
I’ve known it from the moment that we met
No doubt in my mind where you belong

I’d go hungry, I’d go black and blue
I’d go crawling down the avenue
There’s nothing that I wouldn’t do
To make you feel my love

The storms are raging on the rollin’ sea
And on the highway of regret
The winds of change are blowing wild and free
You ain’t seen nothing like me yet

I could make you happy, make your dreams come true
Nothing that I wouldn’t do
Go to the ends of the earth for you
To make you feel my love

Her retro voice was… AWESOME!

Posted: 1:55 AM
Poster CIMSA Get-Off 2012 yang gue bikin setelah idenya mandek 1/2 hari.
Ga kerasa udah mau turun jabatan lagi (padahal udah masuk masa perpanjangan jabatan). Ternyata gue sudah tua. Semester depan udah jadi angkatan yang paling tua. Sedih -_____-

Poster CIMSA Get-Off 2012 yang gue bikin setelah idenya mandek 1/2 hari.

Ga kerasa udah mau turun jabatan lagi (padahal udah masuk masa perpanjangan jabatan). Ternyata gue sudah tua. Semester depan udah jadi angkatan yang paling tua. Sedih -_____-

Posted: 1:50 AM

Rollercoaster

Objective Structured Clinical Examination

Ujian OSCE kemarin agak gimana gitu.

Dengan sisa belajar efektif jam 10 malam H-1 ujiannya sendiri (gue dapet kloter siang, mulai jam 11 pagi)… Gue frustasi. Gue yang gabisa belajar OSCE sendiri akhirnya menginap di kosan Lina. Ngerepotin Lina. Ngepanikin Lina. Gila. Sampai akhirnya gue tertidur dengan keadaan belum menghapal bahan OSCE 1 sistem.

Paginya sebelum ujian? Saraf parasimpatik gue berulah dengan hiperbola. Sukses membuat gue dag-dig-dug ga jelas, keringat dingin, sampai… muntah-muntah. Yes, gue Anoreksia. Dan NO! Gue kan belum makan sama sekali. NGOK.

Sambil terus mencoba membaca dan memahami, gue hampir muntah sekitar 5x. Puncaknya sampai ada SMS masuk. Nyuruh gue tenang waktu OSCE, karena dia tau gue selalu panik kalo ada ujian yang sifatnya oral. Terus yang ada gue malah nangis. Gatau deh kenapa. Terus dimarahin.

Terus gue sama Lina berangkat OSCE. Di luar gue udah mencoba tenang, setidaknya gue mencoba tertawa. Terus disuruh karantina. Terus dipanggil dan untuk pertama kalinya ujian dipisahin dari Galuh.

Waktu baris masuk ke ruang ujian dan mulai berdiri di depan station… gue mulai palpitasi lagi. Biasanya station pertama akan menunjukan prognosis mood gue selanjutnya. TET! Bel bunyi, bel bunyi & gue baca soal dengan cepat. Oke, kasus pertama yang gue dapet seorang anak yang hilang kesadaran di tengah jalan dan gue harus melakukan Cardiac Resuscitation pada dia.

Oke. RJP gue lancar. Dan dosennya baik sekali (denger-denger bokapnya junior gue)… Gue udah mulai tenang.

Lanjut: Anterior Nasal Packing. Ini juga lancar, meski gue agak kesulitan harus memasang dan melipat tampon pakai tangan kiri.

Terus… Tuberculin Test. Gue dapet sama salah satu tutor yang sedewa-dewanya paling strict yang pernah nutorin gue selama hidup di FK 5 semester ini. Tapi imbasnya bagus sih, gue belajar banget waktu Respi. Nah efek Tutor gue, gue sempat salah kebingungan sebut interpretasi. Untung ga salah interpretasi. Bisa dibilang… lancar.

Masuk ruangan sebelahnya: Needle Thoracostomy. Gue harus menusuk dada pasien yang sesak dengan jarum kateter karena Pneumothorax. Dan fatalnya gue salah nusuk. Harusnya di kanan, gue malah tusuk di kiri. Fix ini gue remed karena kesalahannya super fatal.

Dilanjut sama Interpretasi Acid Fast Bacilli. Ini gue PD luar biasa, karena dosennya super baik ga ngerti lagi dan station ini yang paling gue ngerti & hapal mati. Lancar.

2 ruangan selanjutnya adalah station yang gue takutkan. EKG. Dengan berbekal ilmu seadanya dan waktu yang terbatas, gue jawab pertanyaan EKG. Alhamdulillah, meskipun lama ngisinya, gue ternyata benar menjawabnya. Dipastikan lulus.

Selanjutnya… 2 station History Taking, mulai dari penyakit respi pada anak sama jantung pada dewasa. Semuanya lancar karena gue hapal tok. Dipastikan lulus.

Masuk ke station Ziehl-Neelsen Staining. Semuanya sempurna sampai….. gue salah decolorization si slidenya. Gue salah celup cairan. Karena gugup. Dan itu fatal. Fatal banget. Parah. Pasti remed.

Next, Lymph Node Examination. Meskipun gue lupa-lupa (dan emang beneran lupa), gue cukup lancar di sini. Kata dosennya: Lulus.

Nah masuk ke station terakhir. Keluar dari station PE Lymph Node, gue udah nyengir-nyengir bajing. Tapi pas gue membalik dan membaca gue harus melakukan apa di station selanjutnya, gue mulai khawatir lagi.

“Do the carotid artery examination & PMI.”

PMI? APA ITU? PALANG MERAH INDONESIA?

Selama semenit gue berpikir PMI itu apa, dimana, dan gimana cara meriksanya. Tapi emang nahas, gue ga inget. Waktu masuk ruangan, gue makin shock liat siapa dosennya. Dr. Dimas. Dokter yang selalu ngajarin gue skills lab. Dia juga dulu yang ngajarin gue ini.

Dengan nada khawatir gue akhirnya melakukan pemeriksaan carotid artery. Itu lancar. Sampai akhirnya…. PMI. Gue cuma bisa bengong dan mencoba bersikeras berpikir.

Terus masih aja ga inget. Kesal. Sampai kesalnya, gue nangis.

Dokter Dimas panik.

Gue kesel. Gue malu sama Dokter Dimas karena dia yang ngajarin waktu itu. Harusnya gue inget! Gue berusaha. Tapi tetap aja gue bingung dan cuma bisa ingat setengahnya. Gue makin nangis ketika bunyi bel dan tahu dimana kesalahan gue. Gue cuma kurang sedikit. Kurang teliti.

“Kamu remed ya, Ri? Ga apa-apa kan?”

Pertanyaan Dokter Dimas bikin gue makin nyesek. Yaudah dengan berat hati gue terima. Sampai di luar, meskipun udah dihibur sama Syahla & Azka juga temen-temen sekloter lainnya, perasaan gue masih ga enak.

Sampai akhirnya gue gatau mau cerita ke siapa, inget kejadian tadi pagi langsung buka messages dan mengetik…

Aku nangis di depan dr. Dimas tadi waktu OSCE.

…dan mengirimkannya ke Rangga. Rangga langsung menelepon gue beberapa menit kemudian, berusaha menenangkan gue untuk keduakalinya setelah yang pertama gue menangis baca SMS dia tadi pagi harinya.

Dari situ gue baru acceptance. Gue bertekad nungguin Lina beres ujian (dia dapet kloter dibawah gue) dan menunggu hasil OSCE yang katanya langsung diproses saat itu juga.

Pas hasilnya keluar, tuh kan bener remed tiga biji. Remed terbanyak selama gue OSCE. Tapi gue ga kecewa.

Karena pada saat itu, pada hari itu juga… gue tau dan gue sadar siapa saja yang sayang sama gue dan selalu siap menghibur gue bahkan membantu gue saat terjatuh. I love you friends and also somebody who-got-a-seborrheic-eczema-on-his-chin-but-covered-with-his-bangs :)

“In all things, good and bad, give thanks. Thank you.”

Sincerely,

Ari Sri Wulandari Surjodiprodjo

ps. Waktu gue lagi iseng nunggu hasil OSCE di ruang SBP, gue ketemu sama Dokter Dimas. Doi masih ngetawain gue. Hancur deh ya harga diri gue. -_-

8 January 12

SEE YOU NEXT YEAR!

Mangkok Production bekerja sama dengan Health Professional Education Quality (HPEQ) dari DIKTI dalam rangka 2nd HPEQ International Conference telah merilis dua video! Dan yang ini diambil pada saat konferensi sedang berlangsung di Sanur Paradise Plaza Hotel, Bali. Enjoy it!

Posted: 8:36 AM

Mahasiswa Kesehatan Harus Tahu!

Mangkok Production bekerja sama dengan Health Professional Education Quality (HPEQ) dari DIKTI dalam rangka 2nd HPEQ International Conference telah merilis dua video! Salah satunya adalah video ini yang shootingnya diambil di kampus Unpad.

ps. Jangan heran kalo tiba-tiba nongol… Rangga dengan usia 22 tahun & menjadi mahasiswa Farmasi. Itu semua based on script kok -_-

7 January 12

Gene Adhiyasa (FTSL ITB 2011) & Ari Sri Wulandari (FK Unpad 2009)

Akhirnya 3 hari setelah gue posting tulisan tentang Gene, gada angin gada geledek, Gene datang ke Jatinangor! Terus dengan isengnya ke kosan gue buat foto-foto doang -_-

18 photoshoot untuk Gene Adhiyasa yang berusia 18 tahun! Cheers!

ps. ternyata cuma muat buat 10 foto, dibikin gif gabisa -_- NGOOOOK!

Posted: 1:17 AM

Do The Promise

I do my promise. Gue telah SOOCA dan inilah postingan terbaru tentang gue.

BTW, bagi yang gatau SOOCA itu apa sebelumnya bisa dibuka postingan yang ini :)

SOOCA yang keenam kalinya rasanya…. Kacau. Cara belajar gue yang kacau ditunjang dengan situasi rumah gue yang sedang cukup kacau juga. Ga ada pembantu. Selama liburan natal yang ada gue berubah jadi Sp.RT. Spesialis Rumah Tangga. Dari nyetrika sampai gosok kamar mandi, dari jaga apotek sampai ngejemur pakaian. Hidup memang berat. Sempat ada rasa penyesalan pulang ke rumah waktu libur natal kemarin… tapi yah udah terjadi juga sih ya, jadi gue ikhlasin aja sih, itung-itung amal ibadah juga (padahal sempet ngeluh luar biasa). Toh kalo gue ga pulang waktu liburan natal juga, mana bisa gue nontonin si Rangga perform di salah satu mall di Kota Kembang ini? Mau liat dia nyanyi di Jatos? Jangan harap.

Jadi… Pada saat itu, gue balik ke kosan dengan otak hampa karena ga bisa belajar sedikit pun. Yang selesai di tangan gue cuma homework Lab Activity aja, yang lainnya musnah blahblahblah. Gue malu SOOCA tinggal seminggu lagi dan otak gue layaknya lagu Homogenic yang baru, Seringan Awan. Sementara yang lain seberat batu bata kali ya kepalanya. Akhirnya seminggu itu gue hajar abis-abisan ngejar materi SOOCA.

Sehari sebelum SOOCA, ada Final Exam Public Health Oriented Program (PHOP). Kacau banget gue sampai ngorbanin ga belajar untuk ujian akhir mata kuliah yang paling gue suka selama kuliah di FK Unpad ini. Cuma demi SOOCA. Kacau. Gue pun bertekad PHOP gue nanti harus gue perbaiki di Comprehensive Exam nanti. Setelah Final Exam PHOP itu berlalu, gue mengurung di kamar. Belajar. Dari posisi duduk sampai posisi headstand. Cenderung gila.

Akhirnya SOOCA datang. Gue kebagian kloter siang, jadi sempet sarapan dulu. Sarapan dengan sup ayam malah membuat gue semakin mual & palpitasi. Yang ada setelah sarapan, gue malah tepar selama 1 jam tidur karena perut gue yang masih mual. Moral story: Besok-besok dapet kloter pagi aja deh ujiannya. -_-

Sebelum berangkat SOOCA, gue telpon Mamah, yaah karena gue anak berbakti pada orangtua & percaya sesungguhnya ridho orangtua itu selalu mengiringi anaknya. Terus nangis. Yah cengeng. Tapi tetep life must go on, Cing! Gue tidak gentar menghadapi SOOCA.

Kloter ketiga dan gue mendapat nomer 24. Nomer terakhir dari kloter tersebut. Hampir aja gue turun ke kloter selanjutnya, which is buang waktu lagi. Akhirnya gue menuju ruang isolasi di Lab Anatomy. Gue masih kalem. Sekitar 1,5 jam kemudian (karena kepotong waktu istirahat, siaaal), gue baru dipanggil lagi untuk pindah ke ruang isolasi selanjutnya di ruang tutor tingkat 1. 5 menit awal, gue masih kalem. Masih mengulang pat-pat segala penyakit bareng sama Dwika. 5 menit selanjutnya? Uh oh! Gue merasa ngantuuuuk yang ekstravagant. Udah luarbiasa ga ngerti lagi. Di saat Icha bilang dia GCSnya 20 karena tachycardia, gue GCSnya udah hampir dibawah 10 karena somnolent (BTW, buat yang gatau GCS itu apa, GCS itu Glasglow Coma Scale yang artinya silahkan googling sendiri). Ngantuk banget. Gue sampe dibilang anomali sama temen-temen kloter gue. Kata mereka, “bisa-bisanya….”. YA BISA LAH CING, KAN KURANG TIDUR TADI MALEEEEM! *ngamuk* (maaf gue emang agak sensitif soal tidur, kalo tidur kurang bisa ngamuk seharian).

Terus gue masuk ke ruang analisis kasus (katanya sih 30 menit), sebelumnya dikocok dulu sih dapet case apa. Karena gue dapet urutan paling akhir, ya dapetnya sisa. Kasus K. Pas nyampe di meja, ternyata Cardiac Tamponade due to Extrapulmonal TB.

Nih kenapa Cardiac Tamponade bisa bikin masalah di Jantung…

Penampakan klinis Cardiac Tamponade…. pada jantung sapi, muhaha! Yang manusia lebih ngeriiii!

3 menit pertama bengong.

2 menit selanjutnya, baru ngeeeeeeeeh! HADUH GINI NIH KALO ARI SRI WULANDARI SURJODIPRODJO KURANG TIDUR, OON-NYA GA KIRA-KIRA!

20 menit selanjutnya, grasak-grusuk bikin flipchart sampe ketiup angin dan terbang ke mejanya Acis (huahaha, ajaip).

5 menit selanjutnya, bengong. Perasaan udah semua deh ya gue bikin flipchartnya. Mind maping udah, basic science udah, patogenesis & patofisiologi juga udah, meskipun gak rapi. Kok jadinya Cuma 3 lembar ya? Biasanya gue bisa sampe 5 lembaran. Nengok ke mejanya Acis malah makin bikin keder. Ada kali ya itu 8 halaman lebih. Akhirnya gue memutuskan untuk membuat flipchart Case Review… di 1 menit terakhir HUAHAHAHA.

Terus masuk ruangan. Terus gue kayak hilang ingatan gitu memori selama 20 menit SOOCA itu ngapain aja. Gue sih sudah mencoba sepedebagong-nya gue. Terus bunyi bel. Terus keluar, nunggu hasil. Sempet ngobrol sama Bang Azis sama Syahla. Terus… dipanggil deh sama penguji.

Disuruh beres-beres flipchart. Pas gue lagi nyabut flipchart kedua, salah satu dosen penguji gue bilang gini, “Kamu dapat nilai segini yah (nyebutin angka)”.

Terus gue freeze selama 30 detik. Gue seakan tersambar petir. Kaget.

Nilainya… tidak seperti yang gue harapkan. Tapi setidaknya masih lulus sih.

Terus kedua dosen penguji gue menyebutkan alasan kenapa gue patut mendapatkan nilai segitu. Terus gue manggut-manggut bego. Udah berasa jiwa gue luruh ke dalem episentrum bumi. Untung gak sampe epilepsi. Dan dalam hati gue, kata-kata hati gue pun bergaung…

“APA?????!!!!”

***

Singkat cerita, setelah mengucapkan terimakasih kepada kedua penguji gue, gue pun melenggang keluar ruang ujian. Terus ketemu sama Dokter Koordinator Tahun gue (tahun 3) yang terhitung sering nutorin gue. Beliau nanya, “Gimana, Ri?”

Gue cuma bisa tersenyum dan bilang, “Yah segitulah, Dok. Alhamdulillah lulus…”. Beliau hanya mengerenyitkan kedua alis, seakan tidak puas dengan jawaban gue. Lalu gue masih dengan tersenyum bilang, “Duluan Dok, mau pulang. Assalamualaikum”. Lalu dengan langkah berat gue menuruni anak tangga dengan hati yang kacau.

Tau teori tentang Grief-nya Elisabeth Kübler-Ross ga? “Menerima sesuatu” itu terdiri dari 5 tahap. Denial à Bargaining à Anger à Depression à Acceptance. Mungkin waktu ditanya sama Koodinator Tahun gue, gue sudah memasuki tahap keempat, setelah tahap 1-3 terjadi ketika dosen penguji gue bilang akumulasi nilai gue sampai saat gue menutup pintu ruangan dengan sedikit “keras” dan “agak dibanting” (emang susah ditutup pintunya kok, serius). Terus apa yang terjadi? Pada saat gue menunggu teman-teman grup tutor gue, D2-Respi, yang sekloter sama gue di AG, gue masih dalam tahap depresi. Sampai Dwika datang dan mengabarkan kabar buruk. “Bang Azis ga lulus…”

APA?

Padahal Bang Azis dapet case Tension Pneumothorax. Case yang gue idam-idamkan sepanjang masa. Gue gatau apa yang membuat sampai Bang Azis yang pintar itu ga lulus, tapi gue sangat yakin waktu tutorial case ini, Bang Azis benar-benar memperhatikan. Dan mengerti. Gue gatau mau ngomong apalagi. Makin depresi gue.

Gue berjalan lunglai ke kantin. Masih macem depresi tapi balik ke fase 1-2-3 lagi. Jadi kalo kata Ari Sri Wulandari Surjodiprodjo sih ya, teori grief itu ya alurnya 1-2-3-4-1-2-3-4-5. Udah depresi, masih ga percaya, terus bertanya-tanya, terus kesel, lanjut depresi lagi. ORANG GILA. SAKIT JIWA. Sampai akhirnya gue ketemu Fatya yang mukanya bete juga, Terus cerita-cerita, ternyata! Si Tya ini juga dapet case & penguji yang sama… dan nilai doi pun ga jauh beda dengan alasan yang sama.

Teori Ari Sri Wulandari Surjodiprodjo selanjutnya: “KETEMU TEMEN SENASIB à BARU SAMPAILAH KE TAHAP ACCEPTANCE”

Baru deh gue bisa nerima terus nyengir lagi hahaha. Ternyata si Tya juga asalnya bete banget dan setelah ketemu gue jadinya malah lega dan menerima. Ya sudahlah, mau diapain lagi toh. Mau dikeselin juga nilainya ga bakal berubah ini.

Setidaknya 1 minggu ujian udah kelewatin. CUMUNGUDH TINGGAL 2 MINGGU LAGI KAKAK!

Oh ya, by the way….. SELAMAT TAHUN BARU 2012! (maaf ya gue baru tahun baruan tanggal 3 kemarin abis SOOCA, soalnya keki New Year Eve-nya malah dipake belajar SOOCA, sementara orang-orang dar-der-dor nyalain petasan & kembang api, terus terompet).

 

Sincerely - Yang sedang sakit jiwa karena UAS,

Ari Sri Wulandari Surjodiprodjo - “NPM LIMA TUJUH DOOOK! YOI DONG!”

 

Ps. Kemarin siang, pas abis Comprehensive Exam PHOP (akhirnya gue belajar & menebus dosa), gue dan temen-temen tutorial gue (D2-Respi) beliin Dunkin + Sop Buah Saus Lemon + Keripik Karuhun buat nyemangatin Bang Azis yang masih harus belajar buat remedial SOOCA di hari Jumat hari ini. Lucunya, niatnya mau surprise, tapi dasar emang ya si Bang Azis ngilang-ngilang mulu. Dikirain masih di kampus, taunya udah cabut keluar kampus. Dikirain udah di kosan, taunya gak ada -_-. Bikin keki dicari kemana-mana ga ketemu. Tapi akhirnya, doi digrebek lagi makan di Bebek Jegeg & mukanya mau nangis terharu pas kita dateng bawain makanan (meskipun sambil setengah marah-marah karena doi susah dicariin). Hihi, Bang Azis lucu ya J. Semangat SOOCAnya ya, Bang!

Pps. Katanya Bang Azis lulus remedial! WOOT!

Posted: 12:50 AM

An advertisement from Thailand Insurance.

“The real value of life is not being rich, celebrate, or living for long time. Life is about how you value others. And how others value you.”

What a inspiring quote! Thank you Toi! :)

Tags: Nice video!
Themed by Hunson. Originally by Josh